kisah si pengmbala kambing
Sekadar gambar hiasan

Dalam sebuah kampung terdapat seorang pemuda yang kerjanya adalah mengembala kambing. Setiap hari ketika sedang mengembala ternakannya, dia sering meluahkan segala isi hatinya kepada Allah S.W.T. seolahnya dia berbicara kepada Penciptanya sebagaimana dia berbicara dengan manusia.

Di manakah Engkau, supaya aku dapat menjahit baju Mu, memperbaiki pakaian Mu dan mempersiapkan tempat tidur Mu.? Di manakah Engkau supaya aku dapat menyisir rambut Mu dan mencium kaki Mu.? Di manakah Engkau supaya aku dapat mengilapkan kasut Mu dan membawakan air susu untuk minuman Mu?” begitu bicaranya setiap hari.

Ketika si gembala tersebut sedang meluahkan segala isi hatinya, maka ketika itu lalulah nabi Musa a.s. dan bertanya “Dengan siapa kamu berbicara?”

Jawab si gembala, “Dengan Dia yang menciptakan kita, dengan Dia yang menguasai siang dan malam, bumi dan langit.”

Mendengar jawapan si gembala, nabi Musa menjadi marah dan berkata,

Betapa beraninya kamu berbicara dengan Tuhan seperti ini. Apa yang kamu ucapkan adalah kekafiran. Kamu harus menyumbat mulutmu dengan kapas supaya kamu dapat menjaga lidahmu.

Atau paling tidak, orang yang mendengarmu tidak menjadi marah dan tersinggung dengan kata-katamu yang telah meracuni seluruh angkasa ini. Kau harus berhenti bicara seperti itu sekarang juga, kerana nanti Tuhan akan menghukum seluruh penduduk bumi akibat dari dosa-dosamu.”

Menggigil ketakutan si gembala mendengar amarah dari nabi Musa a.s. hingga dia menangis. Selajutnya nabi Musa berkata lagi,

Apakah Tuhan adalah seorang manusia biasa sehingga ia harus memakai sepatu dan alas kaki? Apakah Tuhan seorang anak kecil yang memerlukan susu supaya ia membesar? Tentu sahaja tidak. Tuhan Maha Sempurna dalam diri-Nya. Tuhan tidak memerlukan sesiapa pun.

Dengan berbicara kepada Tuhan seperti yang telah engkau lakukan, engkau bukan sahaja telah merendahkan dirimu tetapi engkau juga telah merendahkan seluruh ciptaan Tuhan. Kau tidak lain dari seorang pengkhianat agama. Pergi dan mohon keampunan jika engkau masih waras.”

Kemudian nabi Musa berlalu pergi meninggalkan si gembala menuju ke kota. Namun ketika dalam perjalanan menuju ke kota, kedengaran suara Allah menegur nabi Musa dengan berkata,

Mengapa engkau berdiri di antara Kami dengan kekasih kami yang setia? Mengapa engkau pisahkan pencinta dari yang dicintai-Nya? Kami telah mengutus engkau supaya engkau dapat menggabungkan kekasih dengan kekasihnya bukan memisahkan ikatan di antaranya

Tuhan berfirman lagi,

Kami tidak menciptakan dunia supaya Kami memperoleh keuntungan darinya, seluruh makhluk diciptakan untuk kepentingan makhluk itu sendiri. Kami tidak memerlukan pujian atau sanjungan. Kami tidak memerlukan ibadah atau pengabdian.

Orang-orang yang beribadah itulah yang mengambil keuntungan dari ibadah yang mereka lakukan. Ingatlah, bahawa di dalam cinta, kata-kata hanyalah bungkus luar yang tidak memiliki apa-apa makna.

Kami tidak memerhatikan keindahan kata-kata atau komposisi kalimat. Yang Kami perhatikan adalah lubuk hati yang paling dalam dari orang itu. Dengan cara itulah kami mengetahui ketulusan mahkluk Kami walaupun kata-kata mereka bukan kata-kata yang indah. Buat mereka yang dibakar api cinta, kata-kata tidak mempunyai makna.

Mendengar suara dari langit itu, maka fahamlah nabi Musa a.s. seraya terus pergi mencari si gembala yang kesedihan. Setelah susah payah mencari akhirnya dengan kehendak Allah ia bertemu juga dan berkata pada si pengembala,

Aku punya pesan penting untukmu. Tuhan telah berfirman kepadaku bahawa tidak diperlukan kat-kata yang indah bila kita ingin berbicara kepada-Nya. Kamu bebas berbicara kepada-Nya dengan cara apa pun yang kamu sukai, dengan kata-kata apa pun yang kamu pilih. Apa yang aku duga sebagai kekafiranmu ternyata adalah ungkapan dari keimanan dan kecintaan yang menyelamatkan dunia.”

Kita bebas berbicara dengan Allah dengan kata-kata apa pun yang kita mahu. Allah mendengar dan tidak melihat dari seberapa bagusnya kata-kata kerana Allah mendengar melalui hati kita. Wallahu a’lam

_______________________________

Jangan lupa ikuti akaun media sosial kami di FacebookTwitterInstagram & Telegram