Dugaan, masalah yang bersarang dalam kepala…seorang diri menanggung seksa. Sebagai manusia biasa, memang sukar lari daripada meluahkannya kepada teman rapat, dengan harapan terlepas sedikit beban di bahu.

Namun menurut perkongsian Abd Ghani Haron, sebaik-baiknya jangan mengadu hal kesakitan atau kepayahan kepada manusia. Jelasnya, Allah memerintahkan kita mengadu kepada-Nya terlebih dahulu kerana Allah sebaik-baik tempat mengadu dan meminta tolong.

Ikuti perkongsian yang cukup bermanfaat ini.

“TERSALAH TEMPAT MENGADU

Ketika mengunjungi seorang kenalan yang sakit, dia meratapi mengadu kesakitannya, masalahnya. Saya hanya mendengar untuk mengambil hati tetapi saya khuatir dia tersalah tempat untuk mengadu. Ini kerana suatu hadis qudsi menyebutkan,”

Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, “Jika Aku (Allah) memberikan cobaan (musibah) kepada hambaKu yang beriman sedang ia tidak mengeluh kepada orang yang mengunjunginya maka Aku akan melepaskannya dari tahananKu (penyakit) kemudian Aku gantikan dengan daging yang lebih baik dari dagingnya juga dengan darah yang lebih baik dari darahnya. Kemudian dia memulai amalnya (bagaikan bayi yang baru lahir).”Al Hakim dan Baihaqi.

Jangan mengadu hal kesakitan, kepayahan kepada manusia. Allah memerintahkan kita bila ditimpa ujian supaya mengadu kepadaNya terlebih dulu kerana Allah sebaik tempat mengadu dan meminta tolong, bukan manusia. Mengadu kepada Allah terlebih dahulu sebelum kita mengadu dan menceritakan kepada manusia tentang penyakit ataupun musibah, sebagaimana dicontohkan oleh para nabi dan orang-orang soleh.

Allah berfirman tentang Nabi Ya’quub ‘alaihis salam, Ya’qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.” (Yusuf : 86)

Anda boleh menangis, namun sekadar dengan linangan air mata saja, jangan bersuara. Contohilah sebagaimana sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam ketika anaknya, Ibrahim, meninggal,

“Air mata berlinang dan hati bersedih, namun kami tidak mengatakan sesuatu kecuali yang diridhai Allah. Dengan kepergianmu ini wahai Ibrahim, kami sangat bersedih.” (HR. Al Bukhari)

Jika kita mengadu kepada manusia, sebaiknya disandar dengan dengan memuji Allah, bersyukur kepada Allah, dengan menyebutkan bahwa anda telah memohon kesembuhan kepada Allah dan telah menjalani upaya untuk sembuh yang mubah. Kita yang mendengar sebaiknya menasihat untuk bersabar kerana Allah berfirman:

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Qs. Az Zumar: 10)

Allah Ta’ala juga berfirman:

“Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun“. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Qs. Al-Baqarah: 156-158)

Nasihatkan juga bahawa setiap kesusahan itu akan menjadi penebus dosa kita seperti sabda nabi,

“Seorang Muslim tertimpa kesedihan, kesusahan, penyakit, gangguan walau sekedar tertusuk duri, pasti Allah akan menjadikannya penghapus dosa-dosa yang ia miliki.” (HR. Al Bukhari )

Ingatkanlah mereka yg ditimpa kesusahan, bahawa bila Allah mahukan kebaikan kepada hambanya, lalu Allah akan menduganya. Sabda nabi “Jika Allah menginginkan kebaikan kepada seseorang, Allah akan memberinya cobaan.” (HR. Al Bukhari )

Kesimpulannya, jangan jadikan manusia tempat utama mengadu bila ditimpa musibah tetapi mengadulah kepada Allah kerana Dia yang mendatangkan dan Dialah yang berkuasa menghilangkan. Jika kita terpaksa mendengar aduan mereka yang tertimpa musibah, peringatkan untuk mengarah pengaduan kepada Allah, suruhlah supaya banyak bersabar, ingatkanlah bahawa mereka yang ditimpa kesusahan dipilih oleh Allah untuk diuji, untuk diberi kebaikan. Tegahlah suara tangisan tetapi cukuplah sekadar lelehan air mata.

Wallahu a’lam. Abdghaniharon.”

Sumber : Abd Ghani Haron