Penyanyi baharu Mark Natama kembali dengan single kedua yang diberi judul Terluka Menginginkanmu menerusi label rakaman Universal Music Indonesia.

Mark yang merupakan peserta akhir Indonesia Idol ‘special season’ musim ke-11 itu sebelum ini pernah tampil denjgan single perdana menerusi Jago Cemburu pada November tahun lalu.

Untuk single keduanya itu, Mark masih mengekalkan kerjasama dengan trio pencipta lagu hits iaitu Laleilmanino.

Namun begitu, lagu ini sangat berbeza dengan Jago Cemburu yang mengusung warna muzik pop dengan nuansa R n’B yang rancak.

Lagu Terluka Menginginkanmu dikemas dengan menyajikan warna muzik pop balada romantis sehingga kekuatan dari kualiti vokal Mark yang merdu menjadi senjata utama di lagu ini.

Lagunya sendiri masih mengambil tema percintaan. Bercerita tentang sebuah perasaan seorang lelaki yang terjebak dalam situasi yang tidak diinginkan hingga terlihat seolah jahat, namun sebenarnya tidak seperti itu.

“Menariknya dari liriknya jadi terlihat jahat kerana menduakan. Tetapi pandangan dari seorang lelaki yang melakukannya secara tidak sengaja, bukan untuk menyakiti hati pasangannya.

“Justeru di sini menceritakan kedudukan dia yang terluka, dia tidak menyayangi orang yang dia sayangi dan dia terjebak dalam suatu situasi yang tidak dapat dihindari,” luahnya

Sementara dari segi suara, seperti yang sudah disebut di awal, susunan yang disajikan memang memberi kesan sediih.

Bunyian piano membuka lagu ini dengan sangat manis, ditambah lagi adanya riff-riff dari bunyian instrumen biolayang makin menambah suasana lagu terkesan pilu di dalamnya.

Dan yang pasti, karakter suara Mark yang kuat dengan sebutan yang baik membuat lagu ini makin sedap untuk didengar dan dinikmati.

Sebuah fakta menarik dari single ini adalah ia sebenarnya dirancang menjadi single pertama, namun dengan beberapa pertimbangan akhirnya dijadikan yang kedua.

“Baik lagu dan video muzik masih dihasilkan oleh orang-orang yang dulu menghasilkan single Jago Cemburu jadi sudah sangat memahami proses peralihannya, dan saya juga merasa ada sebuah pendewasaan dalam diri saya sendri, baik dari cara menghasilkan lagu dan videonyajuga,”tegasnya.

Video muzik masih digarap oleh rumah produksi dari 17A dengan Takun Arrosid bertindak sebagai sutradara.

Sementara untuk konsepnya, Mark menjelaskan bahwa hampir semua babak dibuat seolah-olah dirinya masih memikirkan seseorang yang dicintainya.

“Jadi gambarannya sesuai dengan apa yang saya alam idua tahun lalu. Seperti gagal ‘move on’ kalau boleh saya ungkapkan.

“Penggambaran ambil masa 25 jam dan saya mahu videonya berkualiti supaya ceritanya itu dapat diterjemahkan kepada teman-teman semua,” jelasnya.

Mark berharap supaya mereka yang pernah merasakan hal serupa boleh mendapatkan titik ‘cerah’ dari situasi tersebut.

“Ini memang cerita yang sepertinya agak biasa, tapi ia mengenai perasaan yang memang tak mampu dikawal tentang perasaan yang bukan satu pihak saja yang terluka.

“Mudah-mudahan dari lagu ini mereka yang melaluinya menemui jalan penyelesaian,” akhirinya.