“Dan pada sisi Allahlah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahui apa yang di daratan dan di lautan dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula) dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” – Surah al-An’am: 59.
Bayangkan pola pergerakan sehelai daun yang sedang gugur sama ada secara melintang, membujur atau pulasan, ia berpusar menghasilkan gelombang yang sejajar.
Gugur daun bukan hanya ‘gugur’. Daun gugur bergerak hingga ke titik di mana ia menyentuh bumi yang akhirnya menghasilkan tenaga dan pergerakan. Dengan lain perkataan setiap pergerakan yang kelihatan ada hubungan yang telah ditetapkan dengan pergerakan yang tidak kelihatan, dan ini secara langsung mempengaruhi keseimbangannya.
Jadi suatu andaian umum boleh dicapai; ada ketenangan di dalam kekacauan, ada keindahan di tengah keburukan dan ada cahaya di tengah kegelapan.
Ingat bagaimana tenangnya pusat taufan? Ada harmoni di tengah-tengah ketidakharmonian dan ada edan di tengah ketidakselesaan.
Perubahan cuaca adalah ketentuan, namun pengetahuan mengenai kestabilannya tetap tinggal di luar pengetahuan kita.
Allah menerangkan: “Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. – Surah al-Hijr: 19.
*Petikan dari buku Kebenar an Mutlak: Memahami Kesempurnaan oleh Malim Ghozali PK (2007).


